Wahai Nona Manis


Hembusan sesuatu yang tak berwujud
Menapak lantai lantas terduduk
Kupandangi nona di ujung pandang 
Ayu parasnya tak satupun dapat terukur

Anggun melangkah menyibak bayang 
Tak terkira hitam sisi lainnya 
Kupandangi wahai nona
Diri ini terhantyut pada lentara di bawanya
 
Wahai nona jauh di pandang

Terus dibawanya hamba melayang
Sampai tersentak tersungkur hamba 
Apa ini yang hamba rasa 
Hangit ini tersumpal dengan hal menyakitkan 

Sampai bangkit hamba tersadar 
Hai nona jauh di pandang 
Ayu punggungmu tak se ayu parasmu
Sungguh kau lah penipu

Wahai nona jauh
Kau tak lebih dari bunga bengkulu


Fauziah 
Sajak Sansekerta

"Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian".

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama