Cewe : aku hanya tidak yakin apa artinya menyukai seseorang. Dia tidak tau segalanya tentangku, jadi bagaimana dia bisa menyukaiku? Bagaimana jika dia mengharapkan sesuatu dariku? Bagaimana jika aku tidak bisa memenuhi harapannya? Lalu apa yg harus kulakukan?
Cowo : "Selalu ada kegilaan dalam cinta", seperti tulisan Friedrich Nietzsche dalam "Thus Spoke Zarathustra". Bahwa kau menyukai seseorang berarti kau salah memahami orang itu dengan caramu sendiri. Jadi, maksudku adalah kau bisa menjadi Fermina Daza bagi seseorang, dan itu bukan kesalahpahaman.
Cewe : Fermina Daza?
Cowo : Dia tokoh utama dari buku kuno. "Bagi pria itu dia tampak sangat cantik, sangat menggoda, sangat berbeda dari orang biasa, sampai dia tidak bisa memahami kenapa tidak ada yang terganggu seperti dia akibat bunyi hak sepatunya di batu, kenapa hati orang lain tidak meliar dengan embusan angis akibat helaan napasnya, kenapa semua orang tidak menggila dengan gerakan kepangannya, dengan lambaian tangannya, emas tawanya." Dia tidak bisa mengerti kenapa tidak ada yg jatuh cinta pada wanita itu.
Berkat percakapan itu lahirlah puisi dari benak sanubariku. Puisi ini kuberikan khusus kepadamu, wahai rahmaku
Memanggil namamu ke ujung dunia
Tiada yang lebih pilu
Tiada yang menjawabku selain hatimu
Dan ombak berderu
Di pantai ini kau slalu sendiri
Tak ada jejakmu di sisiku
Namun saat kau tiba
Suaraku memanggilmu akulah lautan
Ke mana kau slalu pulang
Jingga di bahuku
Malam di depanku
Dan bulan siaga sinari langkahku
Ku terus berjalan
Ku terus melangkah
Kuingin kutahu engkau ada
Memandangimu saat senja
Berjalan di batas dua dunia
Tiada yang lebih indah
Tiada yang lebih rindu
Selain hatiku
Andai engkau tahu
Di pantai itu kau tampak sendiri
Tak ada jejakku di sisimu
Namun saat kau rasa
Pasir yang kau pijak pergi akulah lautan
Memeluk pantaimu erat
Jingga di bahumu
Malam di depanmu
Dan bulan siaga sinari langkahmu
Teruslah berjalan
Teruslah melangkah
Ku tahu kau tahu aku ada
Penulis: Sajak Sansekerta
