Mengkaji Sisi Lain Puisi

 

 

 Haii sahabat literasi, tentu kalian tidak asing dengan kata puisi? Yupss, kebanyakan dari kita memang menganggap puisi itu berkaitan erat dengan romantisme, dunia perbucinan dan lain sebagainya. Padahal puisi itu luas, romantisme hanya salah satu bagiannya saja.

Sebelum kita membahas puisi lebih lanjut, mari kita intip pengertiannya terlebih dahulu. Menurut KBBI, puisi merupakan ragam sastra yang bahasanya terikat oleh irama, mantra, rima serta penyusunan larik dan bait. 

Sedangkan menurut Mabruri puisi adalah bentuk ekspresi seorang pengarang dengan susunan bahasa yang padat dan indah. Dan H.B Jassin berpendapat puisi adalah suatu karya sastra yang diucapkan dengan perasaan dan memiliki gagasan atau pikiran serta tanggapan terhadap suatu hal atau kejadian tertentu. Jadi, dapat disimpulkan puisi adalah karya sastra yang dapat berupa ungkapan perasaan dari pengarang dengan bahasa dan sturktur yang memiliki kekhasan sendiri.

Nah, itulah beberapa pengertian puisi yang penulis kutip. Selanjutnya penulis akan menyajikan beberapa contoh puisi dari penyair tanah air seperti Sapardi Djoko Damono dan Umbu Landu Paranggi.

Yang Fana Adalah Waktu

Sapardi Djoko Damono

Yang fana adalah waktu.

Kita abadi 

memungut detik demi detik, merangkainya

seperti bunga 

sampai pada suatu hari

kita lupa untuk apa

“Tapi, 

yang fana adalah waktu, bukan?” 

tanyamu. Kita abadi.

(1978)

Sajak Kecil

Umbu Landu Paranggi

I

Dengan mencintai

Puisi-puisi ini

Sukma dari sukmaku

Terbukalah medan laga

Sekaligus kubu

Hidup takkan pernah aman

Kapan dan di mana pun

Selamanya terancam bahaya

Dan kebenaran sunyi itu

Penawar duka bersahaja

Selalu risau menggembara

Mustahil seperti misteri

Bayang-bayang rahasia

Bayang-bayang bersilangan

Bayang lintas bayang

Pelintasanku

II

Dengan mempercayai

Kata kata kata

Yang kutulis ini

Jiwa dari jiwaku

Jadilah raja diraja

Sekaligus budak belian

Sebuah kerajaan

Purbani

Lebih dari napasku

Bernama senantiasa

Nasibmu

Umbu landu peranggi

Setelah mengetahui pengertian dan contohnya penulis tidak akan membahas struktur puisi maupun unsur-unsur atau jenis-jenis puisi. Penulis hanya ingin berbagi beberapa tips untuk menjadikan menulis puisi itu sesuatu yang mengalir, banyak dari kita yang masih kesulitan untuk menulis puisi.

Pertama ,Sikap kreatif. Kita dapat menciptakan kreatifitas, dengan kreativitas ini dapat membawa pada kemudahan. Beberapa cara untuk menumbuhkan sikap kreatif bisa didapat dari membaca buku-buku sastra, belajar dan memahami dari karya orang lain, bahkan berguru dengan penulis.

Kedua ,Meningkatkan kualitas puisi dengan cara memperhatikan diksi yang dipakai, deskripsikan suasana dalam puisi dan memberikan pesan.

Ketiga ,Menjadikan puisi lebih hidup. Menulis puisi itu harus memberikan roh. Agar jiwa dalam tulisannya hidup dan bermakna.

Lalu bagaimana dengan diksi? Seringkali kita juga kesulitan tentang satu hal ini. Pesan penulis tentang diksi, banyak-banyaklah membaca, karena membaca seolah-olah kita sedang membuka jendela dunia. Kalau kita rajin membaca (puisi) tanpa disadari kita pastinya menemukan diksi-diksi yang belum kita ketahui. Selain itu Imajinasi juga dapat membantu kita dalam menuangkan gagasan, ide dan perasaan kita.

Itulah beberapa tips dari penulis, semoga bermanfaat, jangan lupa terus menulis untuk keabadian.


Penulis: Fyndy

Sajak Sansekerta

"Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian".

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama