Taburan Angkasa Lailatul Qadar

 


Bulan Ramadhan, pasti identik dengan peristiwa Lailatul Qadar. Dalam ikhtiar kita menggapai Lailatul Qadar ada beberapa amalan yang bisa dilakukan. Tujuh di antaranya

1. Berpuasa dengan sungguh-sungguh di siang hari

Allah berfirman:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ

Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa (QS. Al-Baqarah [2]: 183).

Dalam sebuah hadis Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Barang siapa yang puasa Ramadhan karena iman dan mengharapkan pahala, akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu (QS. Bukhari no. 2014).

Umar bin Khattab mengatakan bahwa “Berpuasa bukan berarti (sekadar) menjauhi makanan dan minuman, berpuasa juga berarti menjauhkan diri dari kebohongan, kepalsuan, perbuatan sia-sia, dan sumpah serapah.” 

Para ulama berpendapat, terutama Imam Al-Ghazali, bahwa “puasa perut” adalah yang termudah, sedangkan “puasa lidah” (dari mengucapkan hal-hal buruk dan bohong) dan “puasa hati” (tidak mengingat selain Allah) itulah yang jauh lebih sulit.

2. Mendirikan shalat malam 

Dalam sebuah hadis disebutkan salah satu kebiasaan Rasulullah ﷺ: 

كَانَ رَسُولُ اَللَّهِ ‏- صلى الله عليه وسلم ‏-إِذَا دَخَلَ اَلْعَشْرُ ‏-أَيْ: اَلْعَشْرُ اَلْأَخِيرُ مِنْ رَمَضَانَ‏- شَدَّ مِئْزَرَهُ, وَأَحْيَا لَيْلَهُ, وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

Rasulullah ﷺ biasa ketika memasuki sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan, beliau kencangkan sarungnya (bersungguh-sungguh dalam ibadah), menghidupkan malam-malam tersebut dengan ibadah, dan membangunkan keluarganya untuk beribadah (HR. Bukhari no. 2024 dan Muslim no. 1174).

Dalam hadis lain Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Barangsiapa melaksanakan shalat pada malam lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni (HR. Bukhari no. 2014). 

Shalat Tarawih, shalat Tahajud, dan Witir adalah rangkaian shalat malam yang dapat dikerjakan di bulan Ramadhan. Dan berdasarkan hadis-hadis Rasulullah ﷺ, jelas bahwa salah satu kunci menggapai Lailatul Qadar adalah dengan mendirikan shalat malam dan menyempurnakannya.

Baca juga, Akankah Bumi Musnah?

3. Memperbanyak membaca Al-Qur’an 

Malam Lailatul Qadar adalah malam di mana Al-Qur’an diturunkan. Karena itu memperbanyak membaca Al-Qur’an di malam Lailatul Qadar sangat dianjurkan.

Menurut Ibnu Abbas, Al-Qur’an diturunkan dari Lauhul Mahfuz (Lembaran yang Terpelihara) ke Baitul Izzah (Rumah Kemuliaan) di langit dunia pada malam Lailatul Qadar.

Allah Berfirman: 

اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ 

Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada malam qadar (QS. Al-Qadr [97]: 1).

Para ulama sering menyebut bulan Ramadhan sebagai “Bulannya Al-Qur’an”, di mana pada bulan ini, biasanya, para ulama dan umat Islam biasa mengkhatamkan Al-Qur’an, bahkan ada yang sampai berkali-kali. Imam Syafii, misalnya, mengkhatamkan Al-Qur’an sekali di siang hari dan sekali di malam hari, sehingga di akhir Ramadhan beliau akan mengkhatamkan 60 kali selama bulan Ramadhan.

4. Memberi atau memperbanyak sedekah 

Allah berfirman:

اِنَّ الْمُصَّدِّقِيْنَ وَالْمُصَّدِّقٰتِ وَاَقْرَضُوا اللّٰهَ قَرْضًا حَسَنًا يُّضٰعَفُ لَهُمْ وَلَهُمْ اَجْرٌ كَرِيْمٌ

Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah dengan pinjaman yang baik, akan dilipatgandakan (balasannya) bagi mereka; dan mereka akan mendapat pahala yang mulia (QS. Al Hadid [57]: 18).

Bersedekah di bulan-bulan biasa akan dilipatgandakan pahalanya, terlebih lagi jika dilakukan di bulan Ramadhan, sebab akan diganjar langsung oleh Allah. Adalah kebiasaan Rasulullah ﷺ untuk memperbanyak sedekah di bulan Ramadhan. Bahkan disebutkan bahwa kedermawanan Rasulullah ﷺ di bulan ini bagaikan angin yang berhembus. 

كَانَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم أَجْوَدَ النَّاسِ، وَأَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ، حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ، وَكَانَ جِبْرِيلُ ـ عَلَيْهِ السَّلاَمُ ـ يَلْقَاهُ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ، فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ فَلَرَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم أَجْوَدُ بِالْخَيْرِ مِنَ الرِّيحِ الْمُرْسَلَةِ‏

Nabi ﷺ adalah manusia yang paling dermawan, terlebih lagi pada bulan Ramadhan ketika malaikat Jibril mendatanginya. Dan Jibril mendatanginya setiap malam bulan Ramadhan dan dia mengajarkan Al-Qur'an kepada beliau ﷺ. Sungguh Rasulullah ﷺ ketika didatangi Jibril kedermawanannya jauh melebihi daripada angin yang berhembus (HR. Bukhari no. 3554). 

5. Itikaf 

Salah satu tujuan dari iktikaf adalah untuk mendapatkan keberkahan dari Lailatul Qadar yang merupakan malam yang lebih baik dari 1000 bulan. Iktikaf dianjurkan agar dilakukan di 10 hari terakhir bulan Ramadhan.

Abu Hurairah meriwayatkan:

كَانَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم يَعْتَكِفُ فِي كُلِّ رَمَضَانَ عَشْرَةَ أَيَّامٍ، فَلَمَّا كَانَ الْعَامُ الَّذِي قُبِضَ فِيهِ اعْتَكَفَ عِشْرِينَ يَوْمًا‏

Nabi ﷺ selalu beritikaf pada bulan Ramadhan selama 10 hari. Namun pada tahun wafatnya, Beliau beritikaf selama 20 hari (HR. Bukhari no. 2044).

Untuk ibadah i’tikaf di masjid, karena situasi saat ini belum memungkinkan untuk melakukan aktivitas secara luas dan massal di luar rumah (karena pandemi Covid-19), ada baiknya untuk ibadah yang satu ini dilakukan di rumah saja. InsyaAllah akan mendapatkan pahala yang sama, jika diniatkan dengan tulus ikhlas karena Allah.

6. Membaca doa Lailatul Qadar dan doa-doa lain 

Sayyidah Aisyah pernah bertanya kepada Rasulullah ﷺ amalan apa yang dapat dilakukan ketika berada di malam Lailatul Qadar. Rasulullah ﷺ lalu mengajarkan doa berikut kepada Sayyidah Aisyah:

اَللَّهُـمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan senang memaafkan, maka maafkanlah kesalahanku (HR. Ibnu Majah no. 3850) 

Ibnu Katsir berkata, “Dan sangat dianjurkan untuk memperbanyak doa pada setiap waktu, terlebih di bulan Ramadhan, dan terutama lagi pada sepuluh malam akhirnya, di malam-malam ganjilnya.” Dengan kata lain, boleh juga menambahkan doa-doa lain sesuai keperluan. 

7. Memperbanyak shalawat 

Setelah kita menjelaskan berbagai macam ibadah yang bisa diamalkan untuk ikhtiar menggapai Lailatul Qadar, maka dianjurkan bagi kita juga untuk memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad ﷺ. Dari berbagai riwayat disebutkan bahwa sebuah doa terhalang sampai kepada Allah, sampai kita melantunkan shalawat kepada beliau ﷺ. 

إِنَّ الدُّعَاءَ مَوْقُوفٌ بَيْنَ السَّمَاءِ وَالأَرْضِ لاَ يَصْعَدُ مِنْهُ شَيْءٌ حَتَّى تُصَلِّيَ عَلَى نَبِيِّكَ صلى الله عليه وسلم

Sesungguhnya doa akan terhenti di antara bumi dan langit, ia tidak akan naik sehingga kamu bershalawat kepada Nabimu ﷺ (HR. Tirmidzi no. 486).

Dari berbagai penjelasan diatas, hikmah yang dapat kita ambil, adalah betapa sayang nya Allah terhadap kita, hingga memberikan kesempatan atas Lailatul Qadar. Maka dari itu alangkah baiknya kita mampu fokus dalam beribadah selama bulan romadhon ini.

اللهم إني أسألك توفيق أهل التقوى وأعمال أهل اليقين ومناصحة أهل التوبة وعزم أهل الصبر ووجل أهل الخشية وطلب أهل الرغبة وتعبد أهل الورع وعرفان أهل العلم حتى أخافك.


امين،امين، امين


Penulis: Sajak Sansekerta

Sajak Sansekerta

"Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian".

1 Komentar

Lebih baru Lebih lama